WEB Versi 2.0

WEB versi 2, apa maksudnya? apakah merupakan versi baru dari WWW ? apakah web 2.0 adalah sebuah teknologi baru pada web ? Ataukah hanya sebuah istilah baru di dunia internet?
Berbeda dengan istilah lain di dunia IT, penambahan digit 2.0 pada kata Web 2.0 tidaklah dimaksudkan untuk menunjukkan adanya tambahan fitur atau hal baru disisi teknik, istilah Web 2.0 juga tidaklah merujuk pada penampilan teknologi baru pada Web (walau beberapa Web 2.0 menggunakan teknologi canggih). Web 2.0 lebih merujuk pada sebuah konsep menyangkut cara membangun dan bagaimana kecenderungan pemanfaatan internet dimasa depan.

Dengan kata lain Web 2.0 adalah sebuah istilah untuk membedakan dengan web konvensional untuk mempermudah pernbandingan. Web 2.0 lebih tepat disebut sebagai sebuah revolusi pada industri komputer yang disebabkan oleh perpindahan internet menjadi sebuah platform. Pertanyaan selanjutnya adalah, dimana letak perbedaan Web 1.0 dengan Web 2.0 ? Apakah kesaktian dari website-website tersebut sehingga menyangdang predikat Web 2.0 ?
Masih ingatkah kita saat pertama kali boomingnya dot.com?
Sebagian dari pengguna internet berusaha sekuat tenaga untuk membuat web site pribadi yang pada halaman pembukanya biasanya bertuliskan “Selamat Datang di My Home Page ”, dan biasanya disertakan fasilitas buku tamu dan counter pengunjung. Tapi saat ini, Blog telah membuat web pribadi ketinggalan jaman. Hampir tidak ada teknologi baru pada blog, tetapi kalau diperhatikan penyedia host service blog, seperti wordpress.com, blogspot.com, dan lain sebagainya secara strategis telah menjadi sebuat platform untuk komunitas blogger berkolaborasi. Inilah yang dinyatakan sebagai sebuah revolusi web.
Contoh-contoh lain dari Web 2.0 sebenarnya adalah website-website situs yang sudah tidak asing lagi bagi Anda yang sering menggunakan Internet, dan mungkin merupakan situs-situs yang Anda akses setiap harinya, seperti Wikipedia, e-Bay, Friendster, dan masih banyak lagi.
Pada contoh situs web 2.0 Wikipedia, sebuah pembalikan konsep dilakukan oleh penyedia platform Wikipedia yang saat ini telah menjadi ensiklopedia yang luar biasa lengkap. Jaman dahulu, yang namanya ensiklopedia pastilah dibuat oleh para pakar dan pada setiap artikelnya harus dibuat dengan prosedur yang super ketat.
Wikipedia membalikkan konsep awal tersebut dengan mengizinkan siapapun melakukan kontribusi dengan menekan sebuah tombol “Edit This Page” pada website Wikipedia dan membiarkan Anda atau siapapun menciptakan dan mengedit artikel di dalamnya.
Hasilnya memang luar biasa, seperti yang Anda lihat hari ini, bahwa Wikipedia berkembang dengan pesat, walaupun pada awalnya tidak sedikit yang meragukan validitas dan kualitas artikel di dalam Wikipedia.
Karakteristik Web 2.0 menginzinkan pengunjung website untuk bersama-sama memiliki dan mengontrol content, sehingga website Web 2.0 umumnya memiliki aspek jaringan sosial. Singkatnya dapat dikatakan, jika dulu pengguna website hanya menjadi pembaca, dengan konsep Web 2.0 pengguna dapat menjadi pembaca dan penulis.
Web 2.0 seakan merupakan sebuah contoh demokrasi “dari rakyat dan untuk rakyat”, yang dalam konteks Web 2.0 menjadi “dari pengguna untuk pengguna”. Semakin banyak pengguna web, semakin banyak pula kontribusi yang diberikan untuk membangun website Web 2.0.
Mungkin di masa yang tidak terlalu jauh lagi, bekerja dengan spreadsheet, word proccesor, ataupun presentasi slide-show merupakan pekerjaan umum yang dapat dilakukan aplikasi website, di mana dokumen-dokumen tersebut dapat dikelola bersama oleh suatu komunitas jaringan sosial. Dengan kata lain suatu saat Anda tidak perlu lagi membeli dan menginstalasi aplikasi spreedsheet atau word proccesor di komputer Anda. Cukup dengan internet explorer Anda dapat mengerjakan tabel dan mengetikkan artikel karena aplikasi yang Anda butuhkan untuk itu sudah tersedia di Web. Setidaknya hal ini telah dirintis oleh Google dengan Google Docs, yang menerapkan Web 2.0.
Hal mengangumkan yang dihasilkan oleh website Web 2.0 saat ini adalah: kontribusi pengguna tanpa saling mengenal satu sama lain, dari berbagai latar pendidikan dan budaya, telah mampu bersama-sama memelihara eksistensi website Web 2.0.
Walaupun demikian, tidak sedikit kritisi yang berpendapat bahwa Web 2.0 sebagaimana era dot com pada tahun 1997 – 2001 adalah sebuah balon (bubble) yang tinggal menunggu waktu untuk pecah, karena terlalu banyak produk yang sama tetapi miskin inovasi dari sisi model bisnis.
Tetapi, sejarah juga mencatat bahwa keruntuhan era dot com tidak berarti keruntuhan bagi perusahaan-perusahaan dot com web 2.0, seperti Google, Yahoo!, eBay, Amazon, dan masih banyak lagi, yang memang memiliki kualitas dan mampu beradaptasi dengan era globalisasi.

6 Tanggapan to “WEB Versi 2.0”

  1. Lebih gampang ato lebih rumit jadinya nti?

  2. artikelnya sangat bermanfaat, trims

  3. Wah baru tahu.. makasih dah bagi-bagi infonya.

  4. “Bgus bget artikelnya. . .
    mksih ya taz infony. . .
    Tpi kira” web versi2.0 lebih mudah ato sulit?. . .
    ^_^. . .”

  5. bagus jg smuanya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: