Google Wujudkan Mimpi ke Bulan

LOS ANGELES, Pengalaman menjelajah Bulan di depan komputer kelak tak hanya dalam bentuk gambar statis seperti pada Google Moon, salah satu varian Google Earth yang menyediakan landscape permukaan Bulan kepada para pengguna komputer. Sebab, Google telah menyeponsori kompetisi bernilai jutaan dollar untuk membuat robot pendarat Bulan yang akan mengirimkan rekaman video berkualitas tinggi.

Tidak tanggung-tanggung, hadiah 20 juta dollar AS disediakan kepada siapapun yang pertama kali dapat mendaratkan kendaraan robotik buatannya ke permukaan Bulan dan mengirimkan kembali video berkualitas tinggi ke Bumi sebelum tahun 2012. Ini akan menjadi dorongan bagi perusahaan-perusahaan swasta di luar pemerintah untuk menunjukkan kemampuannya mengeksplorasi Bulan.

Wahana akan dinyatakan menang jika dapat melakukan pendaratan yang aman dengan membawa kamera video kualitas tinggi. Setelah mendarat, ia juga harus bisa berpindah minimal 393,60 meter di permukaan Bulan, membuat rekaman panorama di sekitarnya, dan mengirimkannya secara realtime ke Bumi untuk dipancarkan melalui halaman situs Google.

Peluncuran wahana dapat dilakukan dengan roket yang dikembangkan sendiri atau melalui jasa perusahaan roket yang ada. Jika sampai batas waktu yang ditentukan tidak ada yang berhasil, hadiah diturunkan menjadi 15 juta dollar AS sampai tahun 2014. Hadian 5 juta dollar AS tersedia untuk pemenang kedua dan bonus 5 juta dollar AS untuk tim pemenang jika dapat melampaui syarat minimal yang telah ditetapkan.

“Saya berharap ada satu tim yang sangat ambisius sehingga membawa kita secara virtual seperti kembali ke Bulan sesegera mungkin,” ujar Larry Page, salah satu pendiri Google dikutip AP. Setidaknya satu tim telah menyetakan siap berpartisipasi yakni William “Red” Whittaker, profesor robotika dari Carnegie Mellon University yang pernha memangkan kontes mobil otomatis penjelajah Gurun Mojave.

Kompetisi Google Lunar X Prize atau juga disebut Moon 2.0 ini diadakan pada momentum yang tepat di saat sejumlah negara tengah berlomba-lomba untuk kembali mengirimkan misi ke Bulan bahkan berambisi mendirikan koloni. Jepang baru saja meluncurkan SELENE, wahana pengorbit pertamanya ke Bulan yang tertunda peluncurannya dari jadwal semula seminggu lalu. Tahun depan NASA juga sudah merencanakan peluncuran wahana pengorbit Bulan dan wahana penembak untuk melihat sampel.

Jika misi ke Bulan yang dicanangkan AS, Jepang, China, Eropa, dan Russia bisa menghabiskan dana ratusan juta dollar AS, pemenang kompetisi tersebut diharapkan hanya butuh biaya jauh lebih kecil. Pakar teknologi ruang angkasa berpendapat pengiriman wahana ke Bulan sangat memungkinkan meskipun tim-tim yang berlomba harus menghadapi masalah biaya karena harus menekan sekecil mungkin agar ekonomis terhadap hadiah yang ditawarkan.

Google bermitra dengan Yayasan X-Prize untuk menggelar kompetisi ini ke seluruh dunia. Yayasan X-Prize merupakan pencetus kontes Ansari X-Prize pada tahun 2004 untuk mendorong penerbangan murah ke luar angkasa.

Moon 2.0 akan meramaikan kompetisi ruang angkasa lainnya, antara lain tawaran hadiah 50 juta dollar AS dari Robert Bigelow bagi perusahaan AS pertama yang dapat mengirimkan wahana berawak ke orbit Bumi. Bigelow berambisi membangun hotel melayang di orbit Bumi dan sudah meluncurkan dua prototipenya.

 

Sumber : Kompas.Com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: