SUN GHO KONG USIR ROH JAHAT DI PULAU BANGKA

PEMUDA usia dua puluhan yang duduk di seberang meja altar mulai merapatkan ke dua telapak tangannya di depan dada. Dengan mata terpejam, mulutnya komat-kamit membaca mantra. Beberapa detik kemudian, berlahan-lahan ia bangkit berdiri sambil membuka matanya. Setelah itu tangan yang semula terlihat kejang mejadi lemah dan bergerak teratur memainkan jurus-jurus silat.Sepertinya roh yang ia undang sudah mulai memasuki tubuhnya. Roh itulah yang kemudian menggerakkan seluruh anggota badan pemuda tersebut. Selangkah demi selangkah ia bergerak menuju tengah arena, sambil berganti gerak dari jurus-jurus tangan kosong yang meniru gerakan monyet, menjadi permainan ketangkasan menggunakan tongkat, tanpa meninggalkan gerakan-gerakan khas monyet.

Setelah beberapa saat mempertunjukkan gerakan-gerakan indah bak seorang pendekar silat, pemuda itupun menuju meja altar dan melakukan gerakan yang mengesankan bahwa ia sedang memberi penghormatan kepada dewa.

Apa yang dipertunjukkan pemuda tersebut adalah rangkaian prosesi ritual adat yang disebut dengan Pat Nyiet Pan, atau perayaan ulang tahun Dewa Sun Go Kong. Perayaan yang diselenggarakan setiap malam tanggal 15 bulan 8 tahun imlek ini dilaksanakan di salah satu tempat di sudut Dusun Gedong, Desa Lumut, Riau Silip.

Dengan diterangi sinar bulan purnama, acara prosesi yang jatuh pada hari Minggu (18/9), sudah dipersiapkan sejak sore hari. Acaranya sendiri mulai sekitar pukul 19.30 WIB.

Lokasi acara mulai disesaki pengunjung yang berdiri membentuk lingkaran mengelilingi tempat ritual sejak sebelum acara di mulai.

Sungguh pertunjukan adat yang penuh bernuansa ghaib. Asap-asap dupa yang bertebaran, menusuk hidup siapa saja yang berada di lokasi. Warna-warna dekorasi lokasi dan altar yang didominasi warna merah memberi kesan etnis tionghoa yang sangat kental.

Perayaan hari ulang tahun Sun Go Kong ini menurut Ajam, pemuka masyarakat Dusun Gedong, adalah budaya etnis keturunan tionghoa yang sudah dilakukan sejak ribuan tahun yang lalu. Semntara di Dusun Gedong, sudah mulai dilaksanakan sejak warga keturunan etnis tionghoa mendiami daerah tersebut.

“Sudah sejak nenek moyang kami acara ini dilakukan. Sekarang acara ini terus kami laksanakan untuk melestarikan budaya nenek moyang,� katanya.

Acara ini setiap tahun pasti dilaksanakan oleh warga di sana. Ritualnya sendiri seprti yang dituturkan Ajam adalah untuk menghormati Dewa Sun Go Kong yang melambangkan kesaktian, kekuatan dan kesehatan.

Selain itu acara ritual ini dimaksudkan untuk menjaga masyarakat desa dari roh-roh jahat, dengan pertolongan kekuatan dan kesaktian dari Sun Go Kong.

Ritual ini dimulai dengan mengundang roh Sun Go Kong, yang dimasukkan ke dalam tubuh seorang Dukun yang memimpin acara.

Dengan didampingi empat orang pemuda yang ikut dimasuki roh-roh dewa, Sang dukun dengan roh Sun Go Kong yang memasuki tubuhnya memulai acara prosesi. Pertama-tama, Roh Sun Go Kong yang sudah memasuki badan sang dukun diarak keliling kampung untuk membersihkan kampung dari segala roh dan mahluk jahat.

Setelah itu ia mulai memberkati semua sesaji berupa macam-macam buah-buahan yang tersedia di atas altar untuk dibagi-bagikan kepada pengunjung yang menyaksikan acara tersebut.

Masyarakat percaya, bahwa dengan memakan buah-buahan yang telah “disyarati� oleh Sun Gho Kong, maka mereka akan mendapatkan berkah kesehatan dan bebas dari gangguan makluk dan roh jahat.

Pengunjung yang mendatangi Dudun yang berjarak sekitar 5 km dari Simpang Lumut (Jalan Raya Sungailiat-Belinyu) ini memang tidak sekedar menyaksikan atraksi pemanggilan roh saja, tapi juga bertujuan untuk mendapatkan berkah dari sang dewa.

Ketertarikan warga yang terlihat dengan banyaknya pengunjung sangatlah luar biasa. Padahal acara ini tidak dipromosikan terlebih dahulu. Masyarakat hanya mengenal dan mengetahuinya dari rutinitas acara yang sudah berlangsung dari tahun ke tahu.

Walaupun demikian, Kepala Dinas Pariwisata, Seni dan Budaya Kabupaten Bangka, Yan Megawandi SH Msi, mengatakan acara ini adalah budaya yang mempunyai potensi wisata budaya yang sangat besar.

“Kita akan coba memasukkan acara ini menjadi agenda rutin pariwisata budaya daerah kita, dan dipromosikan lebih luas. Karena orisinalitas dan nuansa adat yang sangat kental yang melekat paca acara ini dapat mendatangkan wisatawan,� katanya.

(Khadafi)

Satu Tanggapan to “SUN GHO KONG USIR ROH JAHAT DI PULAU BANGKA”

  1. mane ade ge… Ngeracau go khong ke bangka….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: