Arsip untuk Agustus, 2007

AntiVirus GAV_2.7.6

Posted in Antivirus on 29/08/2007 by AMCA

Salah satu anti virus lokal yang ampuh buat pelibas malware kini hadir dengan versi terbarunya:  GAV_2.7.6, Antivirus ini adalah karya dari Yusuf Theretsa Patiku, mahasiswa Program Studi Teknik Informatika, Universitas Atma Jaya Yogyakarta.

Untuk Downloadnya dapat diambil disini : Klik 

Versi terbaru GAV_2.7.5

Posted in Antivirus on 24/08/2007 by AMCA

Salah satu anti virus lokal yang ampuh buat pelibas malware kini hadir dengan versi terbarunya:  GAV_2.7.5, Antivirus ini adalah karya dari Yusuf Theretsa Patiku, mahasiswa Program Studi Teknik Informatika, Universitas Atma Jaya Yogyakarta.

Untuk Downloadnya dapat diambil disini : Klik 

PCMAV RC19 Update Build2

Posted in Antivirus on 21/08/2007 by AMCA

Hai… sobat2 pencinta PCMAV, Kini telah ada PCMAV RC19 Build2 lho……. :)

Terdapat penambahan sebanyak 4 signature virus baru. Sejak RC19 rilis, maka total jumlah signature yang ditambahkan ke Build2 adalah sebanyak 11 virus baru,( RC19.VDB 72Kb ). Silahkan Download disini : http://www.divshare.com/download/1653457-338

Gucup Antivirus ( GAV_2.7.4 )

Posted in Antivirus on 21/08/2007 by AMCA

Salah satu anti virus lokal yang ampuh buat pelibas malware kini hadir dengan versi terbarunya:  GAV_2.7.4, Antivirus ini adalah karya dari Yusuf Theretsa Patiku, mahasiswa Program Studi Teknik Informatika, Universitas Atma Jaya Yogyakarta.

Untuk Downloadnya dapat diambil disini : Klik 

Waspadai Celah Kelemahan di Yahoo Messenger

Posted in komputer on 20/08/2007 by AMCA

Celah kelemahan ditemukan pada mesin pengirim pesan instan Yahoo Messenger. Asyik chatting boleh saja namun para pengguna YM disarankan untuk mewaspadai risiko bahya yang dapat ditimbulkannya.

Kelemahan tersebut memberi kesempatan kepada hacker dan pihak tak bertanggung jawab untuk menyuntikkan kode-kode program berbahaya ke komputer korban. Meski demikian sejauh ini tidak ada laporan kode berbahaya yang menyerang melalui celah keamanan tersebut.

Pihak McAfee menemukan kelemahan tersebut pada YM versi 8.1.0.413. Namun, tidak serta merta hacker dapat menembus langsung karena lubang tersebut hanya akan terbuka saat pengguna YM menerima tawaran mengakses kamera web rekannya.

“Jenis kelemahan ini disebut heap overflow, di mana kode yang diguanakan mengijinkan aktovitas yang berbahaya seperti men-download kode lainnya,” ujar Greg Day, analis dari McAfee di Inggris. Pengembang software keamanan untuk komputer tersebut menyarankan para pengguna YM agar tidak menggunakan fitur kamera web sampai Yahoo merilis tambalannya.

Namun, Yahoo belum memberikan komentar mengenai temuan ini. Sebagai langkah pencegahan, pengguna juga dapat menutup semua trafik di TCP melalui port 5100 yang dipakai saat fitur tersebut dipakai.

Untuk mengecek apakah YM Anda beirisiko, lihat versinya di menu Help>>About Yahoo Messenger. Keterangan lebih rinci mengenai celah keamanan tersebut dilaporkan dalam blog McAfee.(PC World)

Pengintai dari Ponsel Java

Posted in Info tekno on 20/08/2007 by AMCA

Makin banyaknya pencurian dewasa ini memang memprihatinkan. Kesulitan utama melacak pencurinya adalah tidak adanya rekaman aktivitas mereka. Karena, kehadiran Mobile Webcam yang otomatis bisa merekam semua aktivitas di sebuah tempat, akan menjadi bukti kuat.

Aplikasi Mobile Webcam yang gratis ini sangat berguna. Bukan untuk mencegah kejahatan, tapi untuk melacak dan menangkap pelakunya. Barang bukti pencuri memang sulit didapat, karena mereka beraksi saat tak seorang pun melihatnya. Buat pecandu narkoba, banyak pelakunya adalah orang terdekat, saudara, tetangga atau teman sendiri. Karena itu, foto aktivitas pencurian akan menjadi bukti kuat yang bisa membantu pihak kepolisian. Mobile Webcam bisa otomatis mengirim hasil foto ke alamat e-mail Anda, menyimpan foto ke memori ponsel, memotret setiap durasi waktu tertentu, dan mendukung layanan Web penyedia hosting gambar seperti Flicker.

Ponsel Java dengan aplikasi Mobile Webcam ini bisa dipasang di tempat tersembunyi untuk mengamati halaman rumah saat rumah kosong, di dalam mobil, kantor atau toko. Jangan sampai ponsel terlihat kecuali lingkaran kecil lensa kamera. Pastikan pula, ponsel dalam kondisi silent, tanpa getar, nomor GPRS sudah aktif dan pulsanya cukup sehingga bisa otomatis mengirim gambar ke alamat e-mail Anda. Berikut cara mudah instalasi dan penggunaannya.

Box:

Nama : Mobile Webcam
Ponsel : Sony-Ericsson berlayar Sony-Ericsson 176×220 dan 240×320 pixel, Siemens 132×176 pixel, Nokia Series 60v2, Samsung 176×220 dan 240×320 pixel atau ponsel Java lainnya
Harga : Gratis
Download : http://download.getjar.com/downloads/web/pub/9867/MobileWebcam.jar

Lakukan instalasi hingga selesai. Aktifkan dan pilih Options>OK. Pilih Yes saat muncul permintaan untuk mengakses internet via GPRS. Karena aplikasi ini gratis, maka akan muncul beberapa iklan di layar ponsel. Pilih operator yang sesuai. Lalu pilih Options>Menu>Continue. Ulangi lagi hingga sampai ke tampilan awal, dan pilih Options>OK untuk mulai masuk ke Webcam.

Mulai saat itu, akses internet sudah dimulai dan besarnya data sudah terukur. Pilih Options>Webcam Settings untuk melakukan pengaturan awal.

Pilih Auto-Save Pics agar objek yang terekam bisa langsung disimpan otomatis, lalu jenis file fotonya (PNG atau JPEG), dan resolusinya, lalu pilih Save. Makin besar resolusi yang dipilih, makin besar ukuran file, dan makin besar pula memori internal yang dibutuhkan. Resolusi 160×120 pixel sudah mencukupi, tidak memakan banyak memori dan masih nyaman dilihat.

Pilih Back untuk melanjutkan setting, lalu pilih Timer Settings untuk mengatur berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk memotret objek pertama dan selanjutnya, dimulai dari angka 0 detik (tanpa jeda) hingga 0 detik. Pilih pula berapa banyak foto yang ingin disimpan otomatis, mulai dari 1 foto hingga tanpa batas tergantung kapasitas memori (No limit).

Pilih Back untuk melanjutkan setting, lalu pilih Upload Settings. Pilih Yes jika Anda ingin aplikasi otomatis mengirimkan hasil foto ke alamat e-mail yang sudah ditentukan sebelumnya. Lalu, masukkan alamat email asal (From), alamat e-mail tujuan (To), dan judul foto (Additional Message), lalu Save untuk menyimpan. Pilih Connect saat muncul pesan bahwa setting telah tersimpan dan koneksi ke internet perlu dilakukan. Tunggu hingga muncul pesan Connection established, dan pilih Back. Pilih Options>No jika Anda hanya ingin menyimpan hasil foto ke dalam memori ponsel.

Sumber: Kompas.com

Software Mesin Fotokopi

Posted in Software on 19/08/2007 by AMCA

Mau Punya Mesin Potokopi Sendiri dak???? syaratnya Kamu harus punya printer yang sekaligus scanner dan trus pakek nih software (Photocopier Pro). cara pemakaiannya kamu tinggal insert : adoFP.infoent ke scanner kamu, start Photocopier dan terus tekan tombol copy. gampang khan……………:)

selamat mencoba dan semoga berhasil

untuk informasi lebih lanjut tinggal klik di wahyoe.wordpress.com

dapat di download di!

http://depositfiles.com/files/1336500

OR

http://www.megaupload.com/?d=7KZAGSM2

OR

http://rapidshare.com/files/45502015/Soft_Photocopier_Pro_v3.08.rar

Dari Tiongkok ke Pulau Bangka Bedol Desa ala Kuli Tionghoa

Posted in Budaya on 19/08/2007 by AMCA

BUDAYA bedol desa juga dikenal di kalangan masyarakat Tionghoa. Setidaknya, masyarakat Tionghoa di Pulau Bangka adalah bukti dari praktik bedol desa yang menurut catatan Belanda berlangsung sejak awal abad ke-18 atau sekitar tahun 1710 Masehi.

MASYARAKAT Tionghoa dari suku Ke Jia (sering disebut Orang Khe) dari Provinsi Guang Dong, Tiongkok, adalah komunitas Tionghoa terbesar di Bangka-Belitung yang melakukan migrasi sistem bedol desa berabad silam dari daratan Tiongkok. Mereka berangkat dari kampung-kampung di distrik tertentu seperti Sin Neng, San Wui, Hoi P’eng, Yan P’eng, Nam Hoi, P’un Yue, Shun Tak, Tung Kwun, dan Heung Shan (lafal ini tidak menggunakan standar Han Yu Pin Yin-Red).

Bagian terbesar dari migran tersebut adalah kuli tambang timah. Seiring perjalanan waktu, di Pulau Bangka yang berada di bawah Kesultanan Palembang ditemukan timah, dan tenaga kerja yang dianggap berpengalaman adalah orang Tionghoa suku Kejia yang memang terkenal memiliki keahlian di bidang pertambangan.

Sultan Palembang meniru pengalaman Sultan Perak dan Sultan Johor yang mempekerjakan pekerja tambang Tionghoa untuk mengolah cadangan timah. Salah satu perintis yang diberi kepercayaan adalah Lim Tau Kian, seorang Tionghoa Muslim asal Guang Zhou (Canton-Red), seorang sahabat Sultan Johor.

Lim Tau Kian yang memiliki nama Melayu Ce Wan Abdulhayat bermukim di Kota Mentok. Dia memiliki anak cucu yang memakai gelar dari Kesultanan Johor, yakni Abang untuk lelaki dan Yang untuk perempuan (Sumber: Bangka Tin and Mentok Pepper karya Mary F Somers Heidhues).

Bahkan, menurut Buyung Benjamin seorang sesepuh Tionghoa Bangka, warga Tionghoa sudah ada di pulau tersebut sebelum kedatangan Ekspedisi Zheng He (Cheng Ho dalam dialek Fujian-Red) tahun 1405 Masehi. “Saya sendiri sudah keturunan ke sepuluh di Pulau Bangka. Hingga kini kami masih mendengar cerita tentang keahlian leluhur kami dalam menambang timah,” kata Buyung.

Menurut Buyung, masyarakat Tionghoa-lah yang memperkenalkan teknik bertambang yang hingga kini masih dikenal. Kosa kata “Ciam” (Jian dalam Mandarin-Red) atau pengebor, “Sakan” alias pengayak pasir timah, hingga “Kolong” yakni lubang tambang besar dari Dialek Ke Jia adalah sebagian kecil dari bukti peninggalan tradisi Tionghoa yang masih bertahan hingga kini.

Sebelum Belanda bercokol di Bangka-Belitung, kongsi-kongsi China terlebih dulu mengupayakan penambangan timah dengan izin dari Sultan Palembang. Arus pertama-tama migrasi “bedol desa” tersebut tidak disertai kaum wanita sehingga terjadilah perkawinan campur antara buruh migran dengan wanita setempat atau pun perempuan Bali dan Jawa.

Sebagian besar kuli timah tersebut berasal dari satu kampung halaman. Tak ubahnya pekerja marjinal di Jakarta dewasa ini, saat mereka pulang kampung dan kembali ke Bangka, mereka mengajak kawan dan sanak saudaranya berbondong-bondong datang. Itu berlangsung terus hingga abad ke-20.

SEIZIN penguasa Kesultanan Palembang dan Kerajaan-kerajaan Melayu seperti Lingga dan Johor yang silih berganti menanamkan pengaruh di Bangka-Belitung, masyarakat Tionghoa pun membangun permukiman di sana. Permukiman mula-mula berada di sekitar Panji dekat Teluk Klabat. Selanjutnya, seiring penemuan tambang baru, permukiman berkembang di Toboali, Koba, Sungai Liat, Jebus, Merawang, Baturusa, dan Koba di selatan Pulau Bangka.

Terciptalah pola permukiman yang unik, masyarakat Bangka-Melayu tinggal di dekat sungai karena mereka berkebun. Sedangkan perkampungan Tionghoa selalu berada di sekitar lubang tambang timah sesuai jalur timah (tin trap-Red) di sepanjang Pulau Bangka dan Belitung. Pola permukiman tersebut tetap bertahan hingga hari ini atau lebih dari tiga abad!

“Perkampungan Tionghoa selalu berada di sekitar jebakan timah atau bekas tambang. Sedangkan perkampungan Melayu di sekitar sungai tempat mereka berkebun dan mencari nafkah dari berladang,” kata Buyung Benjamin.

Sedangkan Ketua Badan Warisan Bangka (Bangka Heritage Society-Red) Hongky Lay Listiyadhi menjelaskan, Para petinggi Tionghoa yang semula di sebut Tiko (Da Ge dalam bahasa Mandarin-Red) yang artinya “Kakak” menjadi pemimpin komunitas mereka. Selanjutnya pada zaman kolonial Belanda, para ketua Tionghoa tersebut diberi pangkat titular sebagai Letnan dan Kapten China (Lieutenant dan Kapitein de Chinezen-Red).

Mary F Somers Heidhues mencatat, migrasi kuli Tionghoa sempat terhenti pada akhir abad ke-18 akibat gangguan bajak laut dan gangguan penyakit beri-beri. Demikian pula pada suatu masa di abad ke-19 gangguan wabah penyakit sempat menghambat laju migrasi dari Tiongkok ke Bangka.

Umumnya para kuli timah tersebut datang akibat informasi getok tular dari teman sekampung yang sudah terlebih dahulu merantau ke Bangka. Tetapi, untuk berangkat, biasanya mereka harus melalui agen tenaga kerja seperti PJTKI di Indonesia. Agen tersebut ada yang berpusat di Singapura, Tiongkok ataupun Bangka.

Perlahan tapi pasti, jumlah migran tersebut terus bertambah hingga akhirnya kaum wanita turut pula berdatangan ke Bangka. Mereka pun beranak-pinak di Bangka-Belitung dalam kondisi serba memprihatinkan.

Nyaris serupa dengan nasib TKI yang disiksa di negeri jiran, demikian pula para kuli tambang Timah Tionghoa. Mereka kerap diperlakukan tidak manusiawi, dijebak dengan utang dari mandor, disediakan fasilitas judi dan permadatan sehingga semakin terjebak lilitan utang serta pelbagai kekerasan lain.

Alhasil, aksi perlawanan dan terkadang berujung pada pemberontakan sering terjadi. Salah satu tokoh Melayu Depati Amir yang menentang Belanda, menurut Buyung juga dibantu oleh para tokoh-tokoh Tionghoa setempat. Demikian pula pada akhir abad ke-19, terjadi pemberontakan Liu Ngie melawan kekuasaan Belanda yang dimotori Tionghoa Bangka.

Bahkan, pada masa kemerdekaan pun, seorang tokoh Tionghoa yakni Tony Wen menembus blokade Belanda untuk menyelundupkan opium ke Singapura dan dari sana menyelundupkan senjata untuk membantu perjuangan Republik Indonesia. Dia sempat memimpin sejumlah laskar relawan internasional untuk melawan Belanda dalam perang kemerdekaan di Jawa.

Kini nama Tony Wen diabadikan sebagai nama jalan di Kota Pangkal Pinang. Penghargaan tersebut diberikan menyusul dinamakannya Bandara Pangkal Pinang dengan nama Depati Amir.

WAKTU berlalu, Bangka pun menjadi museum Budaya Tionghoa khususnya suku Hakka. Ribuan klenteng besar dan kecil, rumah antik berusia ratusan tahun, dan pola hidup tradisional merupakan warisan budaya yang unik dan tiada duanya.

Hongky sebagai buyut dari Kapitein Tionghoa Lay Nam Chen menghuni rumah berusia 150 tahun lebih di pusat Kota Pangkal Pinang. Bangunan kayu antik peninggalan para leluhur migran dari Tiongkok masih dapat dinikmati di sana-sini. Rumah induk, halaman tengah dan bagian belakang yang luas merupakan pakem dari bangunan masa itu.

Salah satu tempat yang masih utuh menggambarkan kehidupan seabad silam adalah Kampung Gedong sekitar 90 kilometer sebelah utara Kota Pangkal Pinang atau hanya sekitar setengah jam perjalanan dari Kota Sungai Liat. Perkampungan tersebut adalah komunitas Tionghoa keturunan enam bos timah yang dahulu menguasai kawasan Parit 6 atau Liuk Phun Thew dalam dialek Hakka.

Deretan rumah kayu antik, ornamen Tionghoa, kaligrafi Han Zi, tempat pemujaan di depan rumah, dan klenteng pelindung desa merupakan pemandangan eksotis berpadu dengan alam tropis Pulau Bangka. Pemandangan tersebut mengingatkan kita pada film-film tahun 1940-an. Seperti bagian kota tua di Penang, Malaka, dan China Town, Singapura, demikianlah suasana Kampung Gedong.

Suasana di permukiman yang hanya dihuni sekitar 50 keluarga itu sangat sepi dan tenang. A Kiong, warga setempat mengatakan, warga di situ selalu berkumpul di sore hari.

“Setiap hari besar seperti Imlek, Peh Cun, Qing Ming pasti digunakan untuk berkumpul warga,” kata A Kiong yang sehari-hari membuat kerupuk ikan.

Dalam sejumlah perayaan, sering kali diarak lakon Sun Go Kong (Sun Wu Gong-Red) yang menjadi Dewa Pelindung Kampung Gedong. Menurut Hongky, sejak tahun 2000, Kampung Gedong ditetapkan sebagai desa wisata.

Namun, perlahan tapi pasti, generasi muda Kampung Gedong yang berpendidikan baik mulai meninggalkan kampung halaman mereka. Yang unik adalah, kaum muda yang tersisa kembali bekerja di tambang timah tradisional (kerap disebut Tambang Inkonvensional atau TI-Red) mengikut jejak langkah nenek moyang mereka dengan teknik yang kurang lebih sama. Sedangkan berkebun lada sudah tidak lagi dilakukan karena harga telanjur hancur.

Tampaknya sejarah Tionghoa dan timah di Bangka sedang terulang kembali. Tentu saja kali ini tidak diikuti kedatangan kuli timah dari Tiongkok.

Sumber : Kompas.com 

Wisata Alam Kabupaten Bangka

Posted in Gambar on 19/08/2007 by AMCA

PHA KAK LIANG

Pha Kak Liang adalah sebuah kawasan yang bergaya china, yang dibangun di daerah bekas tambang timah, yang luasnya mencapai 2 ha. Tempat ini berada di Desa Kuto Panji, Kecamatan Belinyu Kabupaten Bangka, sekitar 2 km dari Kota Belinyu atau 53 km dari Kota Sungailiat. Wisatawan yang datang kesini seolah berada di kawasan dartan Hongkoatau TaiwaDaya tarik bagi wisatawan di sini yang tak kalah menariknya adalah pengunjung dapat menyaksikan ikan air tawar yang besar-besar bermunculan dipermukaan air pada saat kita berikan makanan yang telah disediakan oleh penjaga setempat. Menurut ceritanya ikan-ikan tersebut tidak boleh dipancing atau dimakan.

Vihara Dewi Kwan Im

Tempat ini berada dikaki bukit dan terdapat aliran air sungai, yang terletak di Desa Jelitik Kecamatan Sungailiat sekitar 15 km dari Kota Sungailiat.

Pemandian Air Panas Tirta Tapta Pemali

Objek wisata satu ini merupakan aset wisata pantai yang terletak didesa Pemali Kecamatan Pemali Kabupaten Bangka, sekitar 20 km dari Kota Sungailiat. Lokasi sumber air panas di Pemali pertama kali ditemukan pada zaman kolonial Belanda. Pada saat itu dilakukan eksplorasi timah oleh perusahaan B.T.W. (Bangka Tin Winning Bedrijt) yaitu perusahaan milik Belanda yang khusus bergerak disektor pertambangan timah di Pulau Bangka.

Setelah kemardekaan RI perusahaan penambangan timah diambil alih dari pemerintahan kolonial menjadi sebuah perusahaan penambangan yang dimiliki oleh negara, yakni PT. TIMAH dan secara otomatis keberad lokasi sumber air panas menjadi bagian kepemilikin dan pengelolaan PT Timah. pada era dasa warsa 70-an, air panas pemali dipugar dan dikembangkan oleh perusahaan Timah, yang selama beberapa tahun sempat terawat dengan baik dan menjadi salah satu tempat rekreasi masyarakat . Air panas ini berasal dari air tanah aktif yang mengeluarkan belerang yang sangat ccocok bagi wisataan yang datang untuk kesehatan atau menghilangkan pegal-pegal dengan cara berendam dikolam air yang disediakan.

Hutan Wisata Sungailiat

Obyek wisata satu ini terletak dikelurahan Parit Padang, Kecamatan Sungailiat, tepatnya dijantung kota Sungailiat yang berhadapan dengan Masjid Agung. Tempat ini sering digunakan untuk berkemah bagi pelajar, pramuka dan remaja. Selain digunakan untuk kegiatan tersebut, tempat ini juga digunakan untuk istirahat sekedar menikmati pepohonan yang lebat dan tinggi.

Kampung Gedong

Perkampungan/pemukiman masyarakat asli china dapat kita temui didaerahKkoto Panji, kecamtan Belinyu, Kabupaten Bangka, kurang lebih 54 km dari Kota Sungailiat. Selain itu terdapat pula kampung gedong desa Lumut Kecamatan Riau Silip, kurang lebih 51 km dari kota Sungailiat atau kurang lebih 14 km dari Kota Belinyu.

Gunung Maras

Gunung ini terletak di Desa Rambang Kecamatan Riau Silip, Kabupaten Bangka sekitar 70 km dari kota Sungailiat atau 33 km dari kota Belinyu. Gunung ini merupakan salah satu aset wisata yang cukup menarik untuk dikunjungi, terutama oleh para penggemar lintas alam seperti hiking, berkemah dan mendaki gunung. Alamnya indah, pepohonan hutan yang cukup lebat menambah daya tarik sendiri.

Bukit Betung

Kawasan hutan lebat di pinggir Kota Sungailiat berseberangan dengan kantor Bupati Bangka, dulunya merupakan tempat menyembunyikan diri dari kejaran kolonial. Puncak bukitnya menawarkan pemandangan kota Sungailiat yang mengesankan.

Kehidupan mereka berdagang dan pembuat makanan khas Bangka seperti Kerupuk, kemplangn, getas, dan lain-lain.

Gua Maria Belinyu

Terletak di Kecamatan Belinyu, tempat ini ramai dikunjungi oleh umat beragama Katholik sebagai tempat memanjatkan doa kepada Bunda Maria. Selain itu ditempat ini juga dapat dilakukan prosesi Jalan Salib untuk mengenang kisah sengsara Yesus Kristus.

PCMAV RC19 Update Build1

Posted in Antivirus on 18/08/2007 by AMCA

Online update Build1 untuk PCMAV rilis terbaru yakni RC19 telah hadir. Pada update kali ini terdapat penambahan 7 signature virus baru yang disertai engine scan dan cleaner khusus untuk mengatasi virus-virus yang banyak menyebar di Indonesia.

PCMAV RC19 secara resmi dirilis ke publik bersamaan dengan terbitnya majalah PC Media 09/2007. Pada versi ini terdapat penambahan pada database virus, engine scan dan cleaner khusus yang dapat menangani virus lokal yang banyak menyebar seperti KSpoold maupun DeulleDoX. Selain itu, kini PCMAV RTP Beta9 dapat mendeteksi virus yang dieksekusi dari sharing directory atau jaringan.

Dengan adanya RC19 ini, maka dukungan online update untuk RC18 telah dihentikan.

Untuk download dapat di garuk habis disini :)  atau untuk informasi lebih lengkap anda mengunjungi http://pcmav.org

Online update Build1 untuk PCMAV rilis terbaru yakni RC19 telah hadir. Pada update kali ini terdapat penambahan 7 signature virus baru yang disertai engine scan dan cleaner khusus untuk mengatasi virus-virus yang banyak menyebar di Indonesia.

Pastikan koneksi internet Anda aktif sebelum menjalankan PCMAV RC19, untuk mendapatkan list update terbaru ini secara otomatis. Atau, Anda juga dapat men-download-nya secara manual di http://www.divshare.com/download/1593211-8ad dan letakkan file RC19.VDB di folder di mana PCMAV-CLN.EXE berada.

LovePraja. Virus yang dibuat dengan Visual Basic ini hadir dengan icon berbentuk seperti file multimedia untuk dapat mengelabui korbannya.

Thumbs. Virus ini menirukan dirinya agar ia mirip dengan file thumbs milik Windows yang biasanya merupakan file cache atau temporary. Virus ini juga aktif di memory dengan nama explorer.exe yang terletak di direktori \Windows\System32, berbeda dengan file explorer.exe asli milik Windows yang terletak di direktori \Windows.

pesan-dari-sang-pembuat-virus.PNG

TukulNdeso. Virus yang satu ini cukup banyak dikeluhkan oleh pembaca PC Media. Virus yang hanya dibuat dengan bahasa VBScript ini ternyata tidak bisa dipandang sebelah mata, karena kecepatannya untuk menyebar juga lumayan cepat dan ia memiliki fasilitas Automatic Updates untuk selalu memperbaharui dirinya.

DAFTAR VIRUS TAMBAHAN Di PCMAV RC19 Build1:
LovePraja
LovePraja.jpg
LovePraja.inf
Thumbs.B
TukulNdeso.VBS
TukulNdeso.VBS.html
TukulNdeso.VBS.hosts

<!– –>